E-25 Radhitya Javier Ryhan
SOAL TUGAS MANDIRI 13
Esai Reflektif: “Mencari Titik Temu: Refleksi Tantangan Harmonisasi Kebijakan Pusat dan Daerah”
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut secara berurutan dalam satu esai utuh (1.000–1.500 kata).
1. Pendahuluan
Mengapa keselarasan kebijakan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah menjadi hal yang sangat penting dalam sistem negara kesatuan seperti Indonesia?
Bagaimana pandangan Anda mengenai kondisi harmonisasi kebijakan pusat–daerah saat ini?
2. Tantangan Harmonisasi dari Aspek Yuridis
Bagaimana tumpang tindih antara Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, dan Peraturan Daerah (Perda) dapat menghambat pelaksanaan kebijakan di daerah?
Menurut Anda, mengapa persoalan regulasi ini masih sering terjadi meskipun sudah ada sistem hierarki peraturan perundang-undangan?
3. Tantangan Harmonisasi dari Aspek Politis
Bagaimana perbedaan kepentingan politik antara pemerintah pusat dan kepala daerah dapat memengaruhi pelaksanaan kebijakan publik?
Dalam pandangan Anda, sejauh mana dinamika politik ini memperlemah koordinasi pusat dan daerah?
4. Tantangan Harmonisasi dari Aspek Fiskal
Bagaimana ketergantungan anggaran daerah terhadap pemerintah pusat dapat menjadi hambatan dalam menciptakan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan lokal?
Apakah menurut Anda skema transfer anggaran yang ada saat ini sudah mencerminkan semangat otonomi daerah? Jelaskan.
5. Dampak Ketidakharmonisan Kebijakan
Apa dampak nyata dari ketidakharmonisan kebijakan pusat dan daerah terhadap pelayanan publik, seperti investasi, perizinan, kesehatan, atau kesejahteraan masyarakat?
Jelaskan dengan mengaitkan pada contoh kasus nyata, seperti polemik UU Cipta Kerja dengan Perda Tata Ruang atau kebijakan penanganan pandemi COVID-19.
6. Refleksi Kritis terhadap Mekanisme Pengawasan
Mengapa sering terjadi penolakan atau resistensi dari pemerintah daerah terhadap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat?
Apakah mekanisme Executive Review (pembatalan Perda oleh Kemendagri) sudah dapat dianggap adil dan seimbang bagi otonomi daerah? Berikan pendapat Anda.
7. Ego Sektoral dan Arah Kebijakan Nasional
Bagaimana ego sektoral di kementerian atau lembaga pusat dapat membingungkan pemerintah daerah dalam mengeksekusi kebijakan?
Menurut Anda, apakah kondisi kebijakan Indonesia saat ini menunjukkan kecenderungan kembali ke arah sentralisasi? Jelaskan alasannya.
8. Solusi Kreatif dan Model Ideal
Menurut pandangan pribadi Anda, bagaimana seharusnya pola komunikasi, koordinasi, dan pengawasan antara pusat dan daerah dibangun agar harmonisasi kebijakan tercapai tanpa mematikan kreativitas daerah?
9. Kesimpulan
Simpulkan refleksi Anda mengenai tantangan harmonisasi kebijakan pusat dan daerah serta jelaskan pandangan Anda tentang arah ideal hubungan pusat–daerah di masa depan.
Comments
Post a Comment