E25- Radhitya Javier Ryhan

Ringkasan Wawancara tentang Pandangan terhadap Identitas Nasional

Narasumber:

Rafa Dio Febrian (18 tahun), mahasiswa baru jurusan Manajemen di Universitas Mercu Buana. Ia dikenal sebagai sosok yang aktif dan mempunyai kepedulian terhadap isu sosial di kalangan anak muda. Rafa dipilih karena menampilkan yang segar dan realistis tentang bagaimana identitas nasional dijaga di tengah perkembangan zaman.

Pendahuluan:

Wawancara ini dilakukan untuk mengetahui pandangan generasi muda, khususnya pelajar baru, tentang arti dan pentingnya identitas nasional. Sebagai pelajar yang baru memulai masa kuliah, Dio dianggap bisa mewakili cara berpikir anak muda zaman sekarang dalam menyeimbangkan antara modernitas dan rasa kebangsaan.

Isi:

Menurut Dio, identitas nasional adalah jati diri bangsa yang menunjukkan siapa kita sebenarnya sebagai orang Indonesia. Ia menjelaskan bahwa identitas nasional bukan hanya soal simbol seperti bendera Merah Putih atau lagu kebangsaan, tetapi lebih ke nilai dan sikap yang kita tunjukkan setiap hari—seperti saling menghormati, gotong royong, dan menjaga kejujuran.


Ia juga menekankan bahwa identitas nasional bisa terlihat dari hal sederhana, misalnya cara berbahasa Indonesia yang baik, menghargai budaya sendiri, dan menunjukkan rasa bangga terhadap produk lokal. Dio percaya kalau kebanggaan terhadap bangsa bisa dimulai dari tindakan kecil, seperti mendukung karya anak negeri atau berperilaku sopan di lingkungan kampus.


Namun, ia juga menyoroti tantangan besar di era digital. Menurutnya, banyak anak muda sekarang mulai kehilangan arah karena terlalu terpengaruh budaya asing melalui media sosial. Kadang-kadang mereka lebih bangga meniru gaya hidup di luar negeri daripada mengenal budayanya sendiri. Dio bilang, seharusnya generasi muda tetap terbuka terhadap perkembangan global, tapi tetap punya batas agar tidak kehilangan jati diri.


Ia juga menambahkan bahwa peran generasi muda sangat penting dalam memperkuat identitas nasional. Salah satu caranya, kata Dio, adalah dengan menggunakan teknologi secara positif—seperti membuat konten yang mengedukasi, mempromosikan budaya lokal, atau berinovasi di bidang yang bermanfaat bagi masyarakat.

Penutup:

Dari wawancara ini, dapat disimpulkan bahwa bagi Dio, identitas nasional adalah fondasi moral dan sosial yang harus dijaga agar bangsa tidak kehilangan arah. Saya pribadi merasa bahwa menjaga identitas nasional bisa dimulai dari diri sendiri—dengan berperilaku baik, mencintai budaya Indonesia, dan berkontribusi untuk hal-hal yang menyenangkan bangsa.

Comments

Popular posts from this blog

E-25 Radhitya Javier Ryhan

E-25 Radhitya Javier Ryhan

E-25 Radhitya Javier Ryhan